Tampilkan postingan dengan label Roy Murtadho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roy Murtadho. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

Belok Kiri

Belok Kiri bersama kawan Muhammad Ridha dan kawan Marlo Sitompul di bawah kolong Tol Penjaringan. Melawan kebijakan pemprov DKI Jakarta yang menggusur rakyat secara sewenang-wenang. Gubernur DKI Jakarta ini ternyata penyambung lidah korporat bukan penyambung lidah rakyat. Selanjutnya, mari kita tunggu juga agenda muluk-muluknya mereklamasi teluk Jakarta yang konon katanya untuk menyelamatkan lingkungan Jakarta. Namun, lucunya para ahli membuktikan sebaliknya.

Selasa, 01 Desember 2015

Komentar Terakhir Wijaya Herlambang

Laporan yang layak untuk dibaca dari kamerad Andre Barahamin. Saya jadi membayangken. Kelak intelektual kita di Indonesia tak hanya fasih dengan teori politik dan menjadi guru di sekolah tapi juga berani melibatkan diri dengan politik kelas pekerja dan menjadi garda depan perlawanan. Tapi sayang di Indonesia ini orang gemar bicara Sartre, Foucault, Zizek dll tapi tak ada yang menjadi bagian dari gerakan rakyat atau menjadi anggota partai kelas pekerja. Padahal Sarte, Foucault, Zizek atau lain-lainya orang-orang yang terlibat aktif dalam politik kelas pekerja.

Jumat, 13 November 2015

Diskusi Sarwo Edhie dan Tragedi '65

Alhamdulillah, puji Tuhan. Diskusi Sarwo Edhie dan Tragedi 1965 malam ini berjalan lancar dan damai. Kesimpulannya: kalau sampai rakyat Indonesia membiarkan Soeharto dan Sarwo Edhie sebagai pahlawan nasional, maka sesungguhnya yang tidak waras bukan keduanya. Melainkan kita. Karena membiarkan kebatilan merajalela.