Rabu, 30 September 2015

Tae Guk Gi

Indonesia punya film "Pengkhianatan G30S/PKI" (1984), Korea Selatan punya "Tae Guk Gi" (2004). Keduanya berlatar belakang konflik ideologi, yang kini membelah Korea menjadi dua.

PKI Adalah Pemain

Menuduh PKI mendalangi peristiwa yg terjadi malam ini 50 tahun yg lalu, terbukti salah.

Kawula Muda Kelas Menengah Ngehek Gaul Digital

Kawula muda kelas menengah ngéhék gaul digital selalu punya cara tersendiri mengolok-olok, berupaya menyeberang melampaui wacana dominan.. (Harry Wibowo)

Daseng Panglima

Sejak 2003, jumlah nelayan di pesisir Boulevard, kota Manado, telah menyusut hingga 70 persen. Demikian klaim Asosiasi Nelayan Tradisional (Antra) yang bermarkas di sela hamparan areal reklamasi sepanjang lima kilometer (tanda panah).

Modal dalam Industri Media

Kurang dari 24 jam setelah terjadi pembunuhan jenderal-jenderal Angkatan Darat, seluruh penerbitan pers tanpa izin khusus di Jakarta dilarang terbit alias diberedel. Hanya dua koran yang diijinkan untuk tetap terbit: Berita Yudha dan Angkatan Bersenjata. Pelarangan ini kemudian dilakukan di seluruh daerah di Indonesia dan menyasar media-media kiri atau yang berafiliasi dengan PKI.

Rekonsiliasi

REKONSILIASI adalah dialektik antara pengakuan bersalah/permintaan maaf oleh pelaku dan penerimaan maaf dari korban/penyintas, yakni ujung atau hilir dari suatu upaya menegakkan keadilan non-yudisial. Hulunya, prasyarat mutlaknya adalah pengungkapan kebenaran melalui suatu komisi/komite independen yang legitim dan berkompoten melakukan inquiry (penyelidikan) secara menyeluruh dan terbuka. Tanpa pengungkapan kebenaran tersebut, rekonsiliasi cuma omong kosong. (Harry Wibowo)

Setengah Abad

Saya gagal memahami sikap yang mengecam aksi kekerasan, pembunuhan, bahkan diskriminasi dan pengucilan pada mereka yang dicap sebagai "teroris", simpatisan atau keluarganya, namun melakukan hal yang sama pada "komunis".

30 September

Diberi judul "Pemberontakan" sekadar menunggangi kelaziman dan standar doktrin sejarah yang selama ini dikunyah di bangku sekolah.

Salim Kancil

Tidak banyak hal yang kupersiapkan untuk melawat ke Timur. Tapi ada satu hal yang sangat mengganggu perasaanku: Salim Kancil.

Selasa, 29 September 2015

Zaman Krisis

"Kita hidoep dalam zaman krisis. Begitoe hebat doenia dan pergaoelan hidoep ditimpanja, sehingga hampir tiap-tiap orang memperkatakannja. Kata 'krisis' tidak lagi tinggal tertoetoep dalam kamoes ahli-ahli ekonomi, akan tetapi sampai kepada boeroeh ketjil dan tani boeta hoeroef tahoe menjeboetnja, sekalipoen mereka tidak mengerti seloek-beloeknja."

Republik Reklamasi

Luas daratan Indonesia 2.700 kali lipat luas Singapura, tapi konsep pembangunannya mengingkari lanskap negara kepulauan dan latah melakukan reklamasi untuk menggenjot kapitalisasi di sektor properti, seperti yang dilakukan negeri singa itu.

Senin, 28 September 2015

Sesungguhnya Semua Hal Adalah Informasi

"Sesungguhnya semua hal adalah informasi. Tapi sebagian dari kita tidak punya cara dan kesiapan untuk menerimanya."

JIL dan Syiah

Ada dua kelompok yang di Indonesia nampaknya berkembang sangat pesat, membesar dengan amat cepat, yakni JIL dan Syiah. Setiap ada sedikit kontroversi dalam wacana keagamaan di Indonesia, cepat sekali sebuah kelompok atau seseorang diidentifikasi entah sebagai JIL atau sebagai Syiah. Nampaknya kedua kelompok ini memiliki strategi rekrutmen yang sangat hebat, sehingga anggotanya bertambah terus setiap hari.

3B dan Reklamasi

Foto berikut adalah satu-satunya sisa pantai berpasir tempat para nelayan tradisional menambatkan perahu mereka, di Jalan Tendean (Boulevard), Kota Manado, Sulawesi Utara.

Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi yg mengabaikan alam bisa berbalik menghukum manusia lebih sadis. Ketidakadilan kian parah: orang yg kaya dari merusak alam bisa berkelit dari bencana; yg miskin merugi dua kali, dimiskinkan ketika alam rusak dan tak bisa berkelit dr bencana krn kemiskinannya. (Farid Gaban)

Ketika Kematian Hanya Data, Statistik, dan Komoditas

Dunia telah aus dan tak sanggup menanggung kesedihan-kesedihan para binatang melata yang berjalan di atasnya. Setetes darah yang tumpah tak lagi berarti di hadapan kerasnya hati, bedil, dan perut yang tak pernah merasa kenyang. Tubuh-tubuh yang meregang dan kehilangan nyawa tak mencekam lagi mata-mata yang tergiur oleh kilauan benda duniawi. Citra kematian tak jadi tempat untuk berpikir dan merasakan. Lewat sekejap sebagai data, statistik, atau komoditas media.

Obsesi Investasi

Awal September kemarin pemerintah meluncurkan paket deregulasi, agar Indonesia bisa menjadi surga bagi investor. Menurutku, perlu dipilah benar mana aturan yg bisa dihapus/dilunakkan, dan mana yg hrs tetap ditegakkan. Banyak aturan dibuat utk melindungi lingkungan alam dan kehidupan sosial-ekonomi rakyat kebanyakan. Jika tak hati2, deregulasi dan obsesi pada investasi (uang) bisa merusak alam kian parah, menghancurkan ekonomi rakyat, memicu konflik sosial dan menoleransi pembunuhan. Kasus investasi tambang yg disertai intimidasi dan pembunuhan bisa menjadi bahan renungan. (Farid Gaban)

Minggu, 27 September 2015

Konflik Agraria

Selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004 -2014), telah terjadi 1.391 konflik agraria di seluruh Indonesia.

Reinkarnasi

Dalam disertasinya, Francois Raillon menyebut bahwa Mingguan MAHASISWA INDONESIA, yang terbit pada 1966, sebagai model pers mahasiswa ideal. Inilah media yang diterbitkan oleh mahasiswa, namun ditujukan untuk pembaca umum. Kualitas berita dan redaksionalnya sangat terjaga, sehingga Herbert Feith pernah menyebutnya sebagai 'journal of ideas'.

Tantangan Terbuka

Saya dititipi pesan oleh seorang petani Rembang, Joko Prianto alias Print Woeloeng untuk mengartikulasikan pesannya berikut ini. Joko adalah salah satu tokoh dalam dokumenter "Samin vs Semen" (Ekspedisi Indonesia Biru)

Obladi, Oblada, Olele

Hanya 50 meter dari kambing dan ayam yang sedang berebut makanan di pesisir kampung, ada pemandangan ribuan ikan hias dan hutan karang yang memesona.

Potong Rambut

Sabtu malam. Habis Magrib. Aku sedang di kamar. Menyelesaikan beberapa pekerjaan. Telepon berdering. Dari sahabatku.

Sabtu, 26 September 2015

Kamasutra Khusus Bikers

Hari ini menempuh jarak 455 km dari Gorontalo - Manado. Dari pagi hingga malam. Segala macam posisi duduk di motor sudah dicoba.

Pukul 10.25

Pagi ini bolehlah aku merasa lega. Tak ada apa-apa. Tak ada semacam mimpi atau diri yang terbelah. Aku bangun pada pukul 10.25.

Penulis

Beberapa orang berkata, penulis itu dilahirkan dan bukan melulu perkara bakat, dan saya kira yang dikatakan oleh beberapa orang itu benar. Tiga penulis yang saya kenal di bawah ini, saya kira adalah penulis-penulis yang dilahirkan itu. Mereka menulis di usia dini dan di awal-awal menulis, tulisan mereka saya kira sudah mendahului matahari terbit.

Religious Tourism

Sahabat semua, tahukah Anda bahwa turisme yang paling menyerap uang di seluruh dunia adalah religious tourism? Tahukah Anda bahwa jika kita bandingkan angka kematian dalam religious tourism dibandingkan angka kematian dalam ordinary tourism, Anda akan tercengang?

Pukul 03.35

Aku tiba di rumah pukul 03.35 pagi. Selama memimpin rapat, aku merasa ada sesuatu yang bolong di diriku. Sebetulnya, aku menunggu 3 telepon.

Jumat, 25 September 2015

Jangan Dilawan, Dialami Saja

Sebetulnya aku sedikit gamang, apakah persoalan seperti ini harus kupublikasikan? Apakah tidak cukup kutulis untuk diri sendiri?

Tsunami Haji

Ziauddin Sardar, intelektual muslim Inggris, sudah lama meramalkan "tsunami" haji. Ketika jumlah jemaah meningkat, dan ruang terbatas, manajemen haji sangat krusial utk mencegah bencana manusia dan lingkungan. Ketika saya mewawancara Sardar pada 1989, debat luas sedang berlangsung: agar Mekah-Madinah menjadi kota internasional yg dikelola komite muslim dunia. Bukan hanya Kerajaan Saudi dinilai tak mampu, tapi ambisinya menggusur situs2 sejarah Islam juga layak dikecam. Kini Mekah-Medinah sudah "seperti Las Vegas" yg hilang jiwa, tapi tetap dg manajemen amburadul. Ide kota internasional sudah terlambat? (Farid Gaban)

Mekkah

Namanya Juhaiman. Nama itu diberikan oleh Muhammad bin Saif al Utaibi, sang ayah, lantaran ketika lahir Juhaiman kerap menyeringai. Saif lantas memberi nama untuk anak lelakinya yang lahir pada 1936 itu dengan nama “sang pemberenggut.” Dalam bahasa Arab pemberengut adalah Juhaiman.

Serigala

Kadang kita perlu umpan untuk menjebak serigala. Aku ingat perkataanmu itu ketika pada suatu malam kita mengasuh di bawah pohon poplar setelah tujuh malam kita berjalan di hutan, memburu serigala yang katamu adalah serigala jadi-jadian dan telah mengganggu tidurmu selama delapan purnama. Aku kelelahan. Kamu mengutuki diri sendiri.

Kritisisme

Fenomena relawan dalam pilpres 2014 memang mengesankan. Kegairahan kelompok2 civil society maupun individu terhadap pencapresan Jokowi atau Prabowo memang menarik. Namun kita mesti ingat pula, bahwa kegairahan civil society terhadap politik elektoral tak boleh berlebihan, dan tak boleh melampaui jadwal elektoral. Sebab, pasca elektoral, demokrasi memerlukan peran lain dari civil society, yakni kritisisme terhadap penguasa. Ini bukan karena penguasanya buruk, melainkan karena sebaik apapun penguasa, demokrasi akan remuk jika tak ada kritisisme dari civil society. (Abdul Gaffar Karim)

Apakah Kamu Pernah Mengalaminya?

Aku tidak tahu apakah kamu pernah mengalaminya. Tapi aku belum. Baru sekali ini saja. Malam tadi.

Kamis, 24 September 2015

Relawan Adalah Politisi Tanpa Partai Politik?

Dalam politik negara, problemnya bukan soal untung atau buntung, politisi atau bukan politisi, parpol atau bukan parpol; tapi apakah posisi dan jabatan yang diduduki itu legitimate sebagai bagaian dari kekuatan politik yang terorganisir. Premisnya: politik bukanlah perkara kepentingan orang per orang, tapi kepentingan massa yang mampu diorganisir. (Harry Wibowo)

Esensi Kurban

Ada yang terasa mengganjal, setiap kali aku berkurban seekor kambing, padahal aku bukan penyuka kambing. Jika esensi kurban adalah memberikan yang terbaik yang kita cintai, maka secara simbolik kurbanku seharusnya bukan kambing.

Alam dan Krisis

Mengapa orang desa lebih kuat dan lentur menghadapi krisis? Satu jawaban: mereka sudah terbiasa hidup sulit. Jawaban lain: mereka sebenarnya kaya, dlm perspektif lain. Bahkan jika lahannya kecil, mereka bisa menanam pangan pokok, sayur dan buah. Jika tak punya lahan bisa minta tetangga. Atau ke hutan mencari buah liar. Jika tak bisa beli sampo, pake bakaran jerami utk keramas. Gosok gigi pake bata merah. Baju bekas dan sandal jepit tak masalah krn tak ada kebutuhan utk jaga citra. Bisa mandi gratis di sendang/kali jernih. Mencari ranting/kayu bakar utk menanak jagung, membakar singkong atau ikan. Tapi..... harus diakui bahwa kelalaian menjaga kelestarian alam, serta privatisasi lahan dan air, telah pula menggerus modal hidup orang desa belakangan ini. Jika alam rusak, daya tahan mereka terhadap krisis pun merosot. (Farid Gaban)

Berpuasa

Dolar hampir mencium Rp 15.000. Bursa saham meluncur jatuh mendekati 4.000. Meski indikator keuangan memburuk, itu jelas bukan pertanda kiamat. Belajar dr krisis 1998, solusi cepat utk memperbaiki sektor finansial (dg bailout, deregulasi masif, misalnya) justru mewariskan problem jangka panjang. Mungkin pemerintah dan warga Indonesia hrs menelan rasa sakit sementara waktu, dan memikirkan solusi fundamental. Sudah jelas, ketergantungan kita pd modal/pinjaman asing serta pd impor menjadi akar keroposnya fondasi ekonomi negara. Trend itu hrs dibalik. Harus berpuasa. Ekonomi subsisten ala pedesaan, sistem barter, solidaritas dan imajinasi sosial menghadapi kesulitan bersama, bukanlah ide buruk. Bukan pula primitif. Hidup ‪#‎EkonomiBiru‬ ala Dandhy Dwi Laksono! (Farid Gaban)

Rabu, 23 September 2015

Cetak vs Digital

Penerbit buku dan majalah ada di persimpangan antara cetak atau digital. Dan cabang persimpangan lain: antara digital ala Kindle (e-book/reader) atau digital smartphone (mobile-book). Itu membingungkan. Berlawanan dg banyak prediksi, buku/majalah cetak "belum ada matinye". Justru penjualan cetak meningkat, sementara penjualan e-book turun. Tapi, itu bukan pertanda kembalinya kejayaan cetak juga. Menurutku, dorongan digital melibas cetak tak terbendung, meski dg laju yg lebih lambat dari perkiraan. Buku kertas, bagaimanapun, masih merupakan medium baca paling nyaman dan masih akan bertahan... setidaknya di zaman saya hidup. (Farid Gaban)

Sekolah vs Ladang

Dilema klasik yang masih dihadapi banyak keluarga petani di Indonesia, ketika dihadapkan pada pilihan untuk mengirim anaknya ke sekolah formal atau mendidiknya di ladang untuk membantu aktivitas ekonomi.

Multi-Talenta

Arnold R. Ahmad (30) membantu pendaratan drone Ekspedisi Indonesia Biru di pedalaman Gorontalo.

Dua Lebaran

DUA LEBARAN kami meninggalkan keluarga. Tapi sepanjang perjalanan, pintu-pintu rumah telah terbuka dengan hangat. Mengabaikan latar belakang adat, warna kulit, atau keyakinan.

Bang Buyung

Selamat jalan, Bang Buyung. Jalan zig-zagmu adalah pelajaran penting bagi para penjaga demokrasi untuk tetap di jalan lurus. Al Fatihah. (Dandhy Dwi Laksono)

Miangas

Rindu mengunjungi kembali Miangas, pulau paling utara Indonesia, mungkin akan terobati pekan depan ini. Miangas adalah satu dari 31 pulau terdepan Indonesia yang berpenghuni.

Sinetron yang Sedang Meroket

Sesudah "Tukang Bubur Naik Haji", sinetron yang sedang meroket ratingnya dalam satu semester terakhir adalah "Tukang Kritik Jadi Komisaris". (Tarli Nugroho)

Cakar Ayam

Dua tahun silam, sewaktu pemerintahan SBY memutuskan membeli pesawat kepresidenan, Fadjroel Rachman adalah orang paling keras yang mengritik. Dia menyampaikan sejumlah alasan. Mulai dari yang disebutnya sebagai alokasi uang negara yang tidak efektif dan tidak efisien, pemborosan uang negara di tengah langkanya perhatian terhadap kebutuhan dasar rakyat, jutaan rakyat tanpa pendidikan, tanpa pekerjaan, tanpa perumahan, tanpa jaminan kesehatan, tanpa infrastruktur publik yang layak, dan lain-lain.

Selasa, 22 September 2015

Krisis

Bahasa merumuskan kekuasaan, kekuasaan merumuskan bahasa, tapi eufimisme bukanlah gejala linguistik melainkan gejala kekuasaan. Lalu hari ini, Presiden Jokowi meminta agar berhati-hati menyebut krisis ekonomi karena menurutnya, yang terjadi adalah perlambatan ekonomi. Dia benar, terutama bila kau ingat, pada suatu masa kita pernah pula diminta untuk menyebut gelandangan sebagai tuna wisma, pelacur sebagai tuna susila, miskin dan melarat sebagai pra-sejahtera. ‪#‎selasabahasa‬ (Rusdi Mathari)

Membaca vs Menonton

Tadi kami membuat survey kecil-kecilan di kuliah umum yang dihadiri seratusan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), ihwal sumber informasi dan pengetahuan.

Seorang Bayi Serigala

Seorang bayi serigala telah lahir di Roma. Di sekian musim yang berat bagi AS Roma, kadang menyempil satu dua pertanyaan pahit dari para fans: Siapa penerus il capitano Roma? Totti sudah menua. Tahun depan diperkirakan dia akan menggantung sepatu. Tentu saja ban kapten akan dikenakan oleh De Rossi, yang sering berseloroh, "Saya adalah kapten pengganti seumur hidup."

Kaliurang

Aku berdiri di halaman sebuah rumah yang berbatu di Kaliurang, menyaksikan kembang-kembang boegenville yang kering diseret angin ke mulut perigi yang tak berair. Aku seperti mendengar rima. Serupa suaramu saat kita bersanggama di bawah palma merah. Angin dan daun-daun kering di Kaliurang memang bukan bencana, tapi di halaman rumah yang berbatu sore ini, aku melihatmu berlari dari hutan basah yang terbakar.

Senin, 21 September 2015

Agenda Setting

Salah satu teori yang paling populer untuk membaca media adalah Agenda Setting. Kalau dirangkum, saripati teori ini bilang bahwa media selalu berjalan dengan kepentingannya sendiri. Kepentingan ini yang menentukan bagaimana sebuah peristiwa diberitakan, isu apa saja yang ditonjolkan atau ditutupi, dan seterusnya.

Iwan Fals dan Slank

Di saat-saat seperti sekarang inilah, dulu Iwan Fals atau Slank produktif mencipta lagu yang menyuarakan kata hati orang banyak. Kapan bikin single atau album lagi, Mase? (Tarli Nugroho)

Karpet Merah

Menyusul negara Eropa lain, pekan ini Prancis dan Rusia melarang produksi pangan lewat benih rekayasa genetik (GMO) yg dipopulerkan Monsanto. Monsanto hanya satu dari enam perusahaan multinasional yg menguasai pasar pangan dan pertanian dunia, termasuk penjualan pupuk pestisida. Di Indonesia, Monsanto justru diberi karpet merah, menggandeng Bank BRI, membungkus kredit pertanian dg benih GMO + pestisida perusak tanah. ‪#‎haritani‬ (Farid Gaban)

Karst dan Semen

Bentukan alam gunung karst (kapur/lempung) punya peran penting dalam tata air: terdiri atas bukit, gua serta sungai-sungai bawah tanah. Itulah alasan terpenting mengapa petani Rembang menolak pembangunan pabrik semen yg menambang bukit karts; khawatir kehilangan sumber air. Sementara warisan karst Gunung Sewu di Jawa Selatan dilestarikan dan dinobatkan jadi geopark dunia, bentang karts di Jawa Utara dirusak. Coba tonton "Samin vs Semen" karya Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz. (Farid Gaban)

Minggu, 20 September 2015

Gunung Sewu

Deretan bukit dan gua karst Gunung Sewu di pantai selatan Jawa Tengah, Yogya dan Jawa Timur lulus menjadi anggota Global Geopark Network (taman bumi yang diakui secara internasional/Unesco). Meski Indonesia punya 170 bentang geologi yang potensial jadi geopark, baru dua yang diakui dunia. Menyusul Geopark Gunung Batur (Bali), Gunung Sewu lolos krn kepedulian warga dan pemerintah setempat mengembangkan geotourism secara partisipatif dan berkelanjutan. (Farid Gaban)

Bunuh Diri Kelas

Kedua pria ini bekas eksekutif perusahaan dan lembaga internasional. Yang berbaju biru adalah Mohammad Syah Reza (40) yang 11 tahun lalu memutuskan keluar dari perusahaan alat berat dan meninggalkan gaji 8 juta rupiah per bulan.

Lonte Sore

Bunga ini masih satu keluarga dg bunga matahari dan aster. Tumbuh di puncak gunung, termasuk di Gunung Prau, Dieng, dekat kampung kami. Orang sini menyebutnya kembang "lonte sore" (pelacur sore). Apa nama bunga ini di daerah lain?

Pijat Humio

PIJAT HUMIO. Begitu Handi Maksud (26) menyebut nama teknik pijatnya. Posisi ini adalah gerakan ke-17 dari 23 gerakan.

Soto Kolombo

Hidup punya soto masing-masing, dan di Pasar Kolombo Jogja, hidup bisa dimulai dari soto Pak Syamsul. Warungnya berada di sisi selatan pasar, di sebelah kiri jalan kecil dan mampat yang menghubungkan Jalan Kaliurang dengan Condong Catur. Menempati kios berukuran 2,5x2,5 meter atau mungkin kurang, warung itu akan terlihat lebih mini karena setiap pagi selalu dirubung orang.

Tragedi Asap

Warga Sumatra dan Kalimantan mewarisi sesat arah kebijakan pembangunan memburu keuntungan jangka pendek sambil melupakan kelestarian alam. Ekosistem lahan gambut di dua pulau itu sebenarnya menyimpan air dan kecil kemungkinan terbakar. Tapi, ekspansi sawit dan pembuatan parit utk mengangkut kayu sejak Orde Baru telah mengeringkan airnya. Sehingga gambut mudah terbakar bahkan tanpa campur tangan manusia. Itu sulit dicegah atau dipadamkan dari daratan bahkan jika presiden dan seluruh menteri turun ke lapangan. Harus secara cepat dan massif dari udara. Sesederhana itu? Sederhana, tapi birokrasi dan cara berpikir keliru telah membuat pemerintah pusat maupun daerah, yg berisi doktor dan profesor, spt tak berdaya menghadapi bencana tahunan ini. (Farid Gaban)

Kesatria

"Bagi seorang kesatria, musuh hadir untuk diperangi. Dihadapi. Bukan dijelek-jelekkan, apalagi difitnah. Ibarat main catur, fitnah sudah di luar kotak permainan. Di luar laku dharma. Maka seorang kesatria tidak boleh berbuat nista kepada musuhnya, apalagi karibnya."

Ilabulo

Bahan dasarnya sagu dan daging ayam cincang. Makanan khas Gorontalo selain milu siram (sup jagung).

Sesat

Mengatakan kerjasama proyek/investasi antar BUMN dua negara, misalnya Tiongkok-Indonesia, sebagai B-2-B (business to business) adalah menyesatkan. Sudah jelas BUMN bukan perusahaan swasta (privat). Negara salah satu pemegang sahamnya (bahkan jika bukan mayoritas). Jika kerjasama gagal/bangkrut, negara dan rakyat pula yang menanggung. Transparansi dan akuntabilitas publik berlaku di situ. Penyebutan B-2-B cenderung menjadi kiat utk melunakkan/meniadakan tanggungjawab publik. (Farid Gaban)

Penolak Cuci Darah

Rabi Ayu (65) sedang memeragakan pembuatan ramuan herbal organik untuk kanker dan kista, gangguan ginjal, batuk, maag, dan --apa yang ia sebut sebagai-- "nutrisi otak".

Mempertahankan Tanah

"Mbahe dhewe dek mbiyen nyunduki Londo nyunduki Jepang nggo mbelo tanah, lha kok saiki arep didol mung gawe tuku HP"

Teori Persamaan Media

Belakangan, ada teori baru dalam melihat media, namanya teori persamaan media (media equation). Ia membahas tentang interaksi antara manusia dan media. Kira-kira bilang bahwa berita-berita (dan) media saat ini sudah diperlakukan seperti manusia, dan pada satu titik respon kita terhadap sebuah berita akan menunjukkan seperti apa respon kita terhadap orang lain. Respon ini kadang-kadang muncul begitu saja, semacam refleks.

Bukan Pasar Malam

Foto: Puthut E.A.

Sabtu, 19 September 2015

Juara?

"Ya hepi lah, Paaak. Tapi sebenarnya aku tu kepingin juara satu..."

Bangsa Peniru

Setelah monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kediri (Jatim) yang menyontek arsitektur Arc de Triomphe di Paris, kami melintasi satu lagi ikon kota di Indonesia yang mirip menara Eiffel di Paris, Prancis.

Bohito

Terdengar seperti "Mohito" atau "Mojito" bila dituliskan. Minuman khas Cuba dari bahan rum putih, gula, air soda, lemon, dan daun mint.

Milu Siram (2)

Tante Oco (Ruaida Sunge, 39) hanya dibantu suaminya (Jamaludin Ishak, 51) dan seorang asisten. Setiap pagi, Jamaludin alias Om Anis, berbelanja bahan mentah ke pasar, hingga menyiapkannya sampai siap masak.

Milu Siram (1)

Setelah gagal menembus mangut lele Mbah Marto (Yogyakarta) --karena menolak diliput tentang filsafat usahanya-- kami menemukan milu siram Tante Oco di Gorontalo. Milu siram adalah sejenis sup jagung, kuliner khas daerah itu.

Academia

Sudah sangat lama saya tak menengok dan mengunggah tulisan di Academia. Makanya terkejut ketika dapat notifikasi ini, bahwa lapak saya di sana ternyata masih banyak dikunjungi orang. Ah, tiba-tiba jadi merasa punya utang untuk kembali berbagi paper. (Tarli Nugroho)

Jumat, 18 September 2015

Tiga Perempuan

Di sebuah bandara, siang tadi saya bertemu dengan tiga perempuan. Tiga-tiganya menyapa saya dan kami berdialog singkat.

Toko Roti

"Saat Rumania komunis, orang antre di depan toko roti untuk dapat jatah. Itu pun rotinya terbatas. Setelah komunis runtuh, rotinya ada dan dipajang di depan toko. Tapi hanya bisa dilihat karena yang miskin tak mampu membeli" - Sardjio Mintardjo (Dandhy Dwi Laksono)

Kamis, 17 September 2015

Terduga

Ahmed Mohamed, siswa sekolah perakit jam itu, ditahan karena dia terduga teroris. Banyak orang Amerika, bahkan Presiden Barack Obama, membelanya. Di Indonesia, 60 terduga teroris ditembak mati selama "war on terror" ciptaan Amerika. Mereka dilupakan. (Farid Gaban)

Pendidikan

Hampir Oktober, berarti hampir setahun usia pemisahan kementerian pendidikan menjadi dua kementerian terpisah. Apa terobosan atau perubahan fundamental yang sudah dicanangkan dua kementerian tadi, terkait PENDIDIKAN? Ya, Pendidikan, dengan "P" besar?!

Pekerjaan Kementerian Pendidikan

Hanya terjadi di negeri ini, hasil didikan guru honorer diakui negara, tapi gurunya sendiri dipertanyakan kompetensinya, juga oleh negara. Nah, jika sistem administrasi pendidikan saja sudah nggak logis begitu, apa sebenarnya pekerjaan kementerian pendidikan?! (Tarli Nugroho)

Vintage

Barang mewah pada zamannya: piringan hitam dan gramophone, peninggalan Sutan Sjahrir di Bandaneira, Maluku.

Fasisme dan Kapitalisme

Salah satu kesamaan fasisme dan kapitalisme (itu sebabnya, kapitalisme itu fasistik) adalah kesamaannya dalam membunuh orang banyak demi memenuhi kebutuhan segelintir perut. Nazisme membunuh orang-orang Rom, para infantil, difabel, dan Yahudi dengan menghirupkan asap beracun di kamp-kamp pengasingan. Kapitalisme membakar hutan dan pelan-pelan membunuh anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan memenuhi paru-paru mereka dengan asap beracun.

Rabu, 16 September 2015

September

INI bulan September. 50 tahun lalu, bangsa yang "ramah dan menjunjung adat ketimuran" ini justru memulai pembantaian massal yang disebut-sebut terburuk dalam sejarah peradaban manusia setelah Nazi-Hitler.

Selasa, 15 September 2015

Tanggapan untuk Jimly dan Mahfud

Ada kecenderungan di kita untuk melarikan persoalan apapun kepada sistem. Dulu, karena semua anggota Utusan Daerah dan Golongan di MPR dipilih oleh presiden, kita kemudian mengubah sistem tersebut menjadi bikameral, padahal problemnya lebih terletak di penyalahgunaan wewenang pengangkatan oleh Soeharto tadi.

Sleepy Hollow (2)

Setelah di Palasa, Parigi Moutong (Sulteng), kami menemukan lagi jembatan ala film "Sleepy Hollow" di Dulupi, Boalamo, sekitar 96 km dari kota Gorontalo.

Tewas

Seseorang telah memprotes pemberitaan media karena menggunakan kata “tewas” untuk menyebut korban mati dalam peristiwa rubuhnya derek raksasa di areal Masjidil Haram, Mekkah. “Tewas” menurutnya sama artinya dengan menganggap nyawa manusia tidak berharga, dan kata itu hanya pantas digunakan untuk menyebut kematian para penjahat. Dia memang mempersoalkan rasa bahasa, tapi justru karena itu banyak ambigu dalam protesnya.

Senin, 14 September 2015

Sleepy Hollow

Foto atas adalah jembatan yang digunakan dalam shooting film Sleepy Hollow (Johnny Depp, 1999). Adegannya ketika terjadi duel dengan penunggang kuda tanpa kepala (the headless horseman) yang diperankan Christopher Walken.

Tebak Foto Berhadiah

Dia mantan bankir terkemuka. Ada yang kenal? Siapa coba? Jawaban benar pertama berhak dapat buku "Jalan Kemandirian Bangsa" yang disusun Seknas Jokowi, he he he.

Menulis

Apa saja yang bisa menginspirasi Bung? Bagaimana prosesnya sampai mendapat semangat untuk menulis? Apakah pada saat Bung jalan-jalan, pada saat merokok, pada saat minum kopi? Apakah sulit duduk di depan mesin tulis dan menulis buku?

Minggu, 13 September 2015

Haji

Salah satu hasil kunjungan Presiden ke Timur Tengah adalah ditambahnya kuota haji Indonesia sebesar sepuluh ribu jamaah, sehingga kuota haji kita tahun depan menjadi 178 ribu. Tentu saja ini berita gembira, bukan hanya untuk para calon jamaah haji saja saya kira.

Penjilat Pantat Investor

Si penjilat pantat Investor dan penguasa telah merusak dan merobek Spanduk dan Baliho kami yg terpasang di wilayah kami Tanjung Benoa. Ini kesekian kalinya mereka lakukan di berbagai daerah dgn tujuan membungkam aspirasi masyarakat.

"WANTED"

Bagi saya dan Suparta Arz, papan "WANTED" seperti ini mengingatkan pada masa-masa konflik Aceh. Entahlah, apakah hal seperti ini benar-benar efektif menjaring informasi dari masyarakat atau justru menimbulkan keresahan baru.

Bermain di Dua Kaki

Untuk bisa bermain di dua kaki, Anda harus sehebat Soekarno. Sebagai pemimpin, dan sebagai pribadi, ia bukan hanya disegani oleh sebangsanya, tapi juga oleh bangsa-bangsa lainnya. Itu sebabnya ia bisa bermain dengan Washington, tanpa, misalnya, disebut sebagai anteknya; atau bermain dengan Moskow dan Beijing, tanpa disebut sebagai kaki tangannya.

Konser Bon Jovi di Pendolo

Kami singgah di sebuah kecamatan di ujung Danau Poso untuk istirahat, makan siang, dan isi bensin.

Sabtu, 12 September 2015

Merdeka Jonru

Berita di merdeka.com berjudul “Crane timpa ratusan jamaah di Makkah, saat Jokowi mendarat di Jeddah” berisi dua fakta. Pertama, crane yang patah di Masjidil Haram lalu menimpa para jemaah. Kedua, kedatangan Jokowi bersama rombongan di Jeddah dan disambut oleh keluarga kerajaan.

Saloanuang

SALOANUANG, Luwu Timur, dekat perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Dunia dan sisa isinya untukmu saja.
(Dandhy Dwi Laksono)
Tak ingin ditukar dengan apapun. Entahlah kalau selembar tiket Helloween ‪#‎eh‬
(Dandhy Dwi Laksono)

Trans Celebes

Air mengalir bahkan di musim kemarau. Ketika daerah lain mengalami kekeringan. Tanda hutan yang masih terawat, meski di sepanjang jalur Palopo-Poso, kelapa sawit mulai marak.

Presiden dengan Kemampuan Selevel Kepala Desa

Secara genealogis (dan epistemologis), meminjam Cak Nun, Indonesia adalah bagian dari desa saya. Ini adalah konsep yang jernih. Sayangnya, di kepala banyak orang, konsep ini kemudian diplesetkan menjadi: Indonesia cukup dipimpin oleh seorang presiden dengan kemampuan selevel kepala desa saja. #eh (Tarli Nugroho)

Bon Jovi

Siapa, sih, Bon Jovi? ‪#‎eh‬ ‪#‎onedirectiongeneration‬ (Farid Gaban)

Jumat, 11 September 2015

Jon

Tuhan memberkati generasi 1960-an dengan John Lennon. Tuhan mengasihi generasi 80-an dengan Jon Bon Jovi.

Lelaki Harimau

Karikatur ini dimuat di Majalah Balairung No. 24/X/1996, yang mengangkat laporan utama "Menggapai Hi-Tech Mendongkrak Gengsi". Ya, Habibie sedang naik daun masa itu, dan serangan kepadanya juga semakin gencar, terutama dari para ekonom. Majalah BALAIRUNG, yang memuat karikatur ini, mencoba untuk menguliti persoalan itu.

Paket Koperasi

Salah satu paket kebijakan ekonomi kemarin bertujuan "memperkuat koperasi". Saya sudah senang bahwa koperasi tidak dilupakan. Artinya pemerintah sekarang tidak neolib-neolib amat. Tapi, eh, setelah baca detilnya baru jelas arahnya. "Karena selama ini fungsi koperasi itu rancu, tidak jelas ekonomi atau sosial," kata pemerintah, "maka fungsi ekonomi koperasi dipertegas menjadi badan usaha, yg bisa jual-beli surat berharga (saham?) utk mendapatkan modal." Wah, yg berpikir rancu justru pemerintah. Koperasi tidak bisa direduksi jadi sekadar satuan ekonomi. Modal terpentingnya adalah modal sosial, semangat gotong-royong, bukan uang. (Farid Gaban)

Ekspedisi Mini

Simeulue, Natuna, Subi Kecil, Sangihe, Marore, Kawio, Kawaluso, Karakelong, Miangas, Karakotan, Marampit, Tanimbar, Larat, Selaru, Merauke. "Ekspedisi 15 Pulau Terdepan". Maunya bisa ketemu orang-orang ngganteng yg lagi keliling Indonesia, Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz, di Sangihe. (Farid Gaban)

Kamis, 10 September 2015

Google Map

Zaman makin memanjakan para peziarah. Selama ada jalan aspal, aplikasi peta digital seperti Google Map hampir selalu membantu.

13 Alasan Mengapa Kita Harus Mengkritisi Program Sawah Sejuta Hektare di Papua

Ekspedisi Indonesia Biru

Ke'te Kesu

KE'TE KESU, Toraja Utara. 3.500 tahun SM nenek moyang orang Toraja datang dari Indocina. Menurut sejarah lisan mereka, rombongan pendatang itu sebagian ke Sumatra dan Kalimantan, yang kini kita kenal sebagai Batak, Minang, Nias, dan Dayak.

New York Berselfie: Pelajaran untuk Umat Islam

Gatel juga nih pingin komen soal Tragedi New York Berselfie. (Huuuuu katanya ogah komen, Mas???!!! Gombal!!!)

Rabu, 09 September 2015

Trans Sulawesi

Usai merampungkan "The Mahuzes" di Gowa, kami melanjutkan perjalanan ke utara hingga kelak tiba di Manado. Perkiraan jarak tempuh 1.700 km.

Rammang-Rammang dan Investasi

Ini adalah kawasan pegunungan karst di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Salah satu titiknya berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa. Lokasi ini berdekatan dengan aktivitas penambangan kapur dan pabrik semen Bosowa dan Tonasa yang terus mengupayakan ekspansi.

Krisis Ekonomi

Buat saya, bukan krisis itu sendiri yg menakutkan. Tapi, "paket kebijakan ekonomi" apa yg akan dibuat pemerintah. Jika paketnya adalah "obat generik" ala IMF/World Bank, yg sudah kita telan sejak Orde Baru (1988), maka itu sebenarnya bukan terobosan. Itu cuma kelanjutan, membawa Indonesia makin jauh menuju jurang kesesatan. Hidup, Nawacita! ‪#‎eh‬ (Farid Gaban)

Selasa, 08 September 2015

Politawa

"Kalau bicara teknik dan isi, novelnya Mahfud Ikhwan, "Kambing dan Hujan", atau "Ulid Tak Ingin ke Malaysia", itu lebih bagus daripada novel-novelnya Andrea Hirata. Masalahnya di Mahfud itu cuma satu, dia tidak mau di-branding dan cenderung anti-marketing. Itu saja." Begitulah kritik lelaki kurus yang tak pernah kehabisan kata-kata ini.

Move On

Pertengkaran antar menteri (juga wakil presiden) dalam Kabinet Kerja kian terbuka. Gaduh pula perilaku anggota DPR yg katanya oposisi. Ada yg bilang kegaduhan itu berimbas pada memburuknya ekonomi. Mungkin itu benar. Tapi, menurutku, ada berkah tersembunyi. Pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, makin telanjang. Artinya transparan (dan itu bagus). Berkah lain: kita semua bisa move on. Istilah haters dan lovers udah nggak laku. ‪#‎eh‬ (Farid Gaban)

Kereta Rini

Bahkan jika dikerjakan konsorsium BUMN, proyek kereta cepat ini tetap terkait kepentingan/dana publik (backdoor financing, pendanaan tak langsung oleh negara). Ada tuntutan akuntabilitas publiknya, termasuk studi kelayakan yg komprehensif. Argumen maksa: PTP (perkebunan) diikutkan dlm konsorsium agar bisa menangguk untung dari sini. Proyek ini sebenarnya ambisi pemerintah atau Bu Rini Soemarno pribadi, sih? (Farid Gaban)

Makan, Tidur, dan Pipis

Bagaimana kami makan, tidur, dan pipis selama Ekspedisi Indonesia Biru?

Senin, 07 September 2015

Habibienomics

Rencana pemerintah untuk mencabut 154 regulasi terkait investasi, serta himbauan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi, agar seluruh kementerian melakukan moratorium penerbitan peraturan baru, yang semuanya dimaksudkan untuk terus melonggarkan syarat-syarat investasi di Indonesia, mengingatkan kembali pada berbagai proyek deregulasi yang terjadi pada dekade 1980-an.

Konsumen versus Warga

Apakah kehadiran GoJek & GrabBike menyusul ojek pangkalan/kakilima memberi manfaat bagi masyarakat? Tentu saja ada. Yakni manfaat bagi masyarakat sebagai KONSUMEN. Tak lebih. Dan itu membuat masyarakat terlena, serta lupa menuntut haknya sebagai WARGA NEGARA/KOTA. Lupa menuntut pemerintah menyediakan sistem transportasi publik yg bagus, aman, nyaman dan terjangkau. Begitulah. Dari transportasi, air bersih, energi, perumahan, hingga pangan kita umumnya telah mereduksi diri menjadi sekadar KONSUMEN, bukan WARGA NEGARA/KOTA. (Farid Gaban)

Nalar (sebagian) Orang Indonesia

Ada orang dibantai, diculik, atau diracun, pelakunya tidak diadili. Satu dekade hingga setengah abad kemudian:

Minggu, 06 September 2015

Sungai dan Waduk

Rumah kami di lereng Gunung Sindoro/Dieng diapit tiga sungai. Dua sungai kecil di depan dan belakang rumah. Agak ke belakang lagi, di antara jurang terjal, ada sungai selebar 3-5 meter. Semua sungai itu mengalir sepanjang tahun, termasuk di musim kemarau, menyumbang air ke Sungai Serayu, sungai terbesar di Jawa Tengah. Kami lebih beruntung bahkan dr warga sekitar Kapuas (Kalimantan), sungai terpanjang dan terbesar di Indonesia, tapi kerontang ketika kemarau dan banjir ketika hujan, akibat kerusakan hutan. Ribuan waduk takkan menolong jika kelestarian lingkungan kawasan hulu spt daerah kami tak terjaga. [Foto: Kapuas di musim kemarau] (Farid Gaban)

Mudharat

Apakah bendungan/waduk raksasa ada manfaatnya? Tentu ada. Seperti nuklir juga ada manfaatnya. Tapi, lebih besar mudharat ketimbang manfaatnya. Makin besar bendungan makin besar mudharatnya. Dalam bidang pertanian, bendungan besar mendorong pertanian besar/monokultur yg tidak sustainable. Itu pelajaran penting dr kegagalan "revolusi hijau" ala Orde Baru. (Farid Gaban)

Sabtu, 05 September 2015

Kakek

"Jika kamu menghadapi kesulitan, yang menurutmu tak terperi, selesaikan saja dengan kepala dingin, meski itu akan mensyaratkan kesabaran dan pengorbanan yang tak sedikit. Biasanya, kesulitan-kesulitan semacam itu adalah anak tangga menuju kemuliaan. Kalau berhasil melewatinya dengan baik, kebaikan-kebaikan yang lebih besar akan segera menghampirimu."

49 Bendungan

"Bendungan itu ibarat bom nuklir," kata Arundhati Roy, penulis dan feminis India. Dampak yg ditimbulkan bisa membawa bencana besar, bagi manusia (khususnya kaum perempuan), bagi budaya, bagi lingkungan. Waduk Jatigede, Jawa Barat, telah membawa drama bagi 45.000 jiwa yg tergusur. Dan Jatigede hanya satu saja dari 49 bendungan yg akan dibangun Presiden Joko Widodo selama lima tahun. Kira-kira, dampak sosial dan lingkungan spt apa yg bakal timbul setelah semua bendungan jadi? (Farid Gaban)

Kawah Putih

Anak-anak dan ibunya berlibur ke Ciwidey dan Kawah Putih, Bandung. Bapaknya?
Bapaknya termakan slogan Presiden Jokowi: kerja, kerja dan kerja. ‪#‎eh‬
(Farid Gaban)

Dosen-dosen Terbaik di Indonesia

Pagi-pagi, seorang teman mengirimkan pesan di WA, mengutip ucapan seseorang yang baru didengarnya:

Agama dan "Pembangunan-Isme"

Foto 1 adalah pastor Nicodemus Rumbayan yang mendampingi umatnya, suku Malind di Merauke, untuk mempertahankan hutan dan tanah mereka dari investasi industri monokultur seperti kelapa sawit dan (sebentar lagi) sawah tekno atas nama pembangunan(isme).

Jumat, 04 September 2015

Hari Terakhir Jatigede

Bagaimana jika Anda salah satu dari 45.000 jiwa (16.000 keluarga) yang harus meninggalkan kampung halaman seperti ini? Watchdoc Documentary Maker merekam hari-hari terakhir warga di Jatigede, waduk yang mulai digenangi. Mereka korban ganasnya "pembangunanisme". (Farid Gaban)

Kamis, 03 September 2015

Film Jenderal Soedirman: Ketika Sejarah Ditulis oleh Pemodal

Gemas karena belum bisa ketemu bioskop untuk menonton film "Soedirman".

Licin

Sesudah Reformasi, dari seluruh partai politik, hampir semuanya pernah mengalami fase dimana sejumlah elite partainya pernah terbelit oleh persoalan hukum. Bukan hanya elitenya, beberapa partai bahkan mengalami ketua umumnya diseret ke pengadilan, mulai dari Golkar pada masa Akbar Tanjung, hingga yang terakhir adalah Demokrat (Anas Urbaningrum), PKS (Luthfi Hasan Ishaaq) dan PPP (Suryadharma Ali). Beberapa partai, meski tak pernah sampai ke pengadilan, sejumlah ketua umumnya juga pernah merasakan dirongrong oleh kasus besar yang membetot perhatian publik, seperti PDI-P (kasus SKL BLBI), PKB (kasus DPPID), dan Partai Demokrat (kasus Century).

Dari Odometer Sampai Tongsis

ODOMETER di sepeda motor menunjukkan angka 8.300 km. Belum 10.000 km meski sudah delapan bulan dan telah mulai memasuki Sulawesi. Sudah tak terhitung ganti ban dalam, tapi ganti ban luar masing-masing baru satu kali. Estimasi total konsumsi bensin 640 liter.

Rabu, 02 September 2015

Lumba-Lumba

Kadang menikmati keindahan dan kebersamaannya seperti di perairan pulau Bacan, kadang menghadapinya di meja makan seperti dihidangkan warga Lamalera, pulau Lembata.

Materialisme

Sutan Takdir Alisjahbana dan Tan Malaka sama-sama berbicara mengenai materialisme, namun keduanya berbeda dalam menguraikan apa itu "materialisme". Takdir menerjemahkan materialisme dalam kerangka-level pandangan hidup, dimana kita di Timur dianjurkan untuk lebih menghargai materi; sementara Tan Malaka menerjemahkannya sebagai "mode of production", yaitu bagaimana mengubah struktur dan relasi sosial ke arah kemajuan.

Makan Siang (Lagi)

PAN, sesuai perkiraan kita tempo hari, siang ini resmi bergabung dengan koalisi pemerintah. Tentu saja, mengikuti prinsip "kabinet makan siang" yang pernah kita bahas di dinding ini, reshuffle jilid dua hanya tinggal menghitung hari.

Selasa, 01 September 2015

Koleksi

Seseorang bertanya kepada Tarli, setelah buku, apa yang akan dia koleksi?

Uang

Mari menghibur diri di tengah ekonomi yg memburuk, ketika nilai rupiah rontok: bahwa uang tak bisa dimakan. #eh
(Farid Gaban)