Tampilkan postingan dengan label Rusdi Mathari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusdi Mathari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2015

Fasik

Wahai orang-orang beriman, apabila datang kepada kamu seorang fasik dengan berita besar, lakukanlan penyelidikan, kalau-kalau kamu menimpai suatu kaum akibat kebodohan, lalu menyesal oleh apa yang kamu lakukan.” [Al Hujurat 6].

Rabu, 02 Desember 2015

Hantu?

Perempuan itu bernama Cass. Pada suatu waktu, dia terbangun di suatu tempat dan waktu yang dia tidak ketahui. Dia bahkan tidak tahu siapa dirinya, dari mana berasal, dan apa yang dilakukannya. Dia hanya mendapati dirinya sedang mencoba menolong seorang anak-anak laki-laki yang tersangkut di pohon dan berteriak-teriak “goat.” Anak itu jelas ketakutan dan sesudahnya, segera berlari ke arah orang tuanya tapi tak satu pun dari mereka yang melihat Cass.

Minggu, 29 November 2015

Raja-raja

Tak banyak yang tahu, Kesultanan Ternate, salah satu dari tiga kerajaan Islam pertama dan terbesar di Nusantara selain Samudra Pasai di Aceh dan Demak di Jawa, memiliki sultan yang bersahabat baik dengan penyebar ajaran Katolik di Maluku. Dia adalah Sultan Khairun dan sahabatnya adalah Santo Fransiscus Xaverius. Ayah kandung Khairun, sultan terhebat Kesultanan Ternate, yang menjadi satu-satunya sultan di Nusantara yang pernah mengalahkan tiga bangsa Eropa [Portugis, Spanyol dan Belanda], pernah hidup di biara Katolik dan mengikuti pendidikan khusus Jesuit di Goa India dan mendapatkan nama baptis: Ben Acorala.

Sabtu, 28 November 2015

Penanjakan

Di bawa udara satu derajat Reamur dan angin subuh yang menyapa daun-daun pinus, aku menunggumu di jalan berundak di Penanjakan, Bromo ini, dik. Di bawahku di jalan sempit yang berkelok-kelok, 33 pasang lampu jip menembus kabut subuh dengan sombong, seolah sorot mata raksasa.

Jumat, 27 November 2015

Khidir

Nabi Musa as. memprotes Khidir ketika [calon] gurunya itu menghancurkan perahu yang mereka tumpangi bersama. Musa menuding Khidir tidak bijaksana tapi Khidir bergeming. Dia, sebaliknya, mengingatkan Musa pada janjinya untuk bersabar dan tidak banyak bertanya. Musa tak punya pilihan.Dia meminta maaf dan membenarkan Khidir.

Rabu, 25 November 2015

Mata Najwa

Mata Najwa malam ini akan menampilkan sejumlah pejabat termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka akan membaca puisi untuk tema "Berjabat Tangan dengan Rakyat".

Selasa, 24 November 2015

Anak Papua

Dan sementara kalian adu hebat dan analisis soal isu Freeport taik kucing itu, anak-anak Papua pemilik sah tambang Freeport, mati menyedihkan sebab penyakit yang tak terobati. (Rusdi Mathari)

Mogok

Ketika pemogokan umum itu melanda London yang murung, tak seorang pun karyawan surat kabar The Times yang ikut di dalamnya. Tak pula para wartawannya. Pemimpin surat kabar itu, dengan pongah mengatakan, semua karyawan The Times setia kepada pekerjaannya, kepada profesinya, dan karena itu mereka tidak ikut-ikutan dengan aksi pemogokan umum.

Senin, 23 November 2015

Bertaruh

Kesal isu Pispot jadi liar, Pak RT memanggil Tuan Mopet, Bos Pispot pada suatu sore. Tuan Mopet agak terkejut tapi dia berhati-hati untuk bertanya pada Pak RT. Bagaimana pun bisnis Pispot di RT-nya Pak RT adalah bisnis yang menguntungkan. Sudah berlangsung tahunan.

Minggu, 22 November 2015

Madura, Dik

Ketika sebagian orang Madura menuntut berdirinya provinsi tersendiri yang terpisah dari Provinsi Jawa Timur, orang-orang Madura yang tinggal di berbagai kota di Arab Saudi melangkah lebih jauh: menuntut berdirinya Republik Islam Madura yang mereka singkat “RIM”. Maka pada suatu pagi, berdatanganlah sekelompok orang Madura ke KBRI Riyadh di Jalan Ibn Shamil-Safarat untuk berdemonstrasi menuntut berdirinya negara Madura.

Sabtu, 21 November 2015

Anda Tak Mau Baca yang Satu Ini

"Hentikan semua yang sudah kita lakukan selama 14 tahun ini. Sudah tidak berhasil. Tak satu pun lagi menunjukkan strategi itu bisa berhasil. Itu permainan whack a mole, bukan perencanaan. Biarkan Timur Tengah mengurus dirinya sendiri. Hentikan membentuk negara gagal. Hentikan buang-buang percuma kebebasan di dalam negeri atas nama kebohongan. Hentikan memuntungi hak-hak kewargaan Muslim yang hidup bersama kita.

Jumat, 20 November 2015

Ka'bah

Pada masanya, Al Bayazid Al Busthami, orang yang dikenal sebagai sufi besar itu, pernah tiga kali pergi haji ke Mekah. Pada haji pertama, dia hanya terisak di depan Kabah, setiap hari. “Ya Allah, sesungguhnya aku belum berhaji sebab yang aku lihat hanyalah batu Kabah saja.”

Kamis, 19 November 2015

Sumpah

Saat hendak mewawancarai almarhum Mochtar Lubis 23 tahun lalu di rumahnya, dia meminta saya bersumpah sebelum wawancara atau tidak usah wawancara.

Hénokiens

Bila dijaga, dirawat dan dikelola dengan baik dan benar, sebuah perusahaan keluarga bisa bertahan hingga usia ratusan tahun. Dan itulah yang terjadi pada perusahaan-perusahaan keluarga yang berkumpul dalam Les Hénokiens, perkumpulan perusahaan-perusahaan keluarga tertua di dunia.

Rabu, 18 November 2015

Payudara

“Tanyalah pada lelaki, apa yang mereka inginkan? Jawabannya satu: sepasang payudara yang montok. Maka aku pun berkali-kali melukisnya dengan penuh gairah.” Begitulah konon jawaban Pablo Picaso ketika ditanya alasannya banyak melukis payudara perempuan.

Selasa, 17 November 2015

Perempuan

Penggunaan kata “perempuan” dan “wanita” rupanya bisa menjadi masalah di negara ini, dan setiap rezim kemudian menggunakannya untuk kepentingan masing-masing. Di zaman Orde Baru, lema “wanita” lebih sering dan banyak digunakan ketimbang “perempuan” sehingga hampir semua organisasi pemerintah kemudian menggunakan lema itu.

Minggu, 15 November 2015

Paris

Duduk sendiri di bangku kafe di Kaliandra, memandangi gemerlap kota Surabaya yang jauh, aku mengingat malam kita di Le 58 di Menara Eiffel di musim gugur, dik. Itu restoran termurah yang bisa aku jangkau untukmu. Isi dompetku tak cukup mengajakmu menikmati de la crème de pois penuh kaviar atau framboise, krim vanila di Jules Verne yang angkuh. Kita lalu hanya makan salmon asap dan daging bebek panggang, tapi kita benar di sana, di balik kaca restoran di ujung menara Eiffel.

Selasa, 10 November 2015

Calo

Beberapa waktu yang lewat, saat akan menonton pertunjukan Musik Kampungan di Bentara Bhakti Budaya, TIM Jakarta, beberapa laki-laki dengan gerak-gerik yang khas menawari saya membeli karcis pertunjukan. Saya menolak tawaran mereka karena sudah punya karcis, dan saya melihat wajah mereka agak kecewa. Tidak salah lagi mereka adalah calo tiket dan saya teringat pada tetangga saya di kampung yang pekerjaannya sama dengan mereka.

Senin, 09 November 2015

Pamflet

Judul kepala berita beberapa koran yang terbit di Jakarta pada Jumat silam [6 November], berbeda-beda padahal isu dan sumbernya relatif sama. Sebagian besar menyebut perekonomian negara ini sedang lesu, dan hanya sebagian kecil yang menulis sebaliknya.

Jumat, 06 November 2015

Allah

Di sebuah grup WhatsApp, seorang kawan telah menegur kawan lainnya karena menulis “4JJI” untuk menyebut “Allah.” Alasan yang menegur, “4JJI” berbeda artinya dengan “Allah.” Dia meminta yang bertanya perbedaannya, agar bertanya pada kawan yang lain lagi yang dianggapnya lebih mengerti dan berkompeten untuk urusan semacam itu. Diskusi agak memanas, dan saya lalu teringat pertanyaan istri saya untuk perkara yang sama.