Rabu, 27 April 2016

Menghajar Goenawan Mohamad Inc.

Menghajar Goenawan Mohamad Inc. dengan membongkar semua kebusukan politik kebudayaan yang mereka lakukan adalah bagian dari iman dan wajib hukumnya! :)
#Aforisme
Dikirim oleh Saut Situmorang pada 27 April 2016

Figuran

Dari semula, "Rayuan Pulau Palsu" memang hanya menempatkan gubernur sebagai pemain "figuran" :) https://youtu.be/kCdk3n3NriE
Dikirim oleh Dandhy Dwi Laksono pada 27 April 2016

Musuh Saut Situmorang

Siapa saja yang jadi musuh Saut Situmorang pasti akan kalah dan musnah pada akhirnya :p #Aforisme

Cc: Goenawan...
Dikirim oleh Saut Situmorang pada 26 April 2016

Ralat "Maaf" Tanpa Syarat

Permintaan maaf tanpa syarat sudah diralat. Tapi tetap saja basis argumennya bermasalah.

Minggu, 17 April 2016

Rakyat Berkumpul

MEREKA yang tidak percaya rakyat bisa berkumpul dan balik melawan, punya masalah dengan ingatannya pada sejarah peradaban manusia.
Dikirim oleh Dandhy Dwi Laksono pada 16 April 2016

Selasa, 12 April 2016

Melek Politik

Jika anda mau melek politik dan memilih pemimpin tambatan hati, sebelumnya tentukan dulu standar anda. Agar anda punya prinsip, standar sebelum figur. Standar mengenai politik, proses keputusan, keberpihakan, arah/cara pembangunan, dll. Itu sebagian besar dimuat dalam ideologi, membentuk ideologi, meski tidak mesti anda harus setuju pada seluruh isi ideologi. Bagaimana anda bisa melek politik, jika anda tak mau menoleh ideologi? Baiklah politik terlalu najis. Kita ganti, bagaimana anda mengklaim bangga atas negeri, bagaimana mau menjadi warga negara yang baik, bagaimana mau memperbaiki nasib bangsa sendiri tanpa menoleh pada tema-tema ideologi? Tanpa itu, saya percaya anda cuma penganut oportunisme atau tertipu oleh populisme. Bahaya terbesar demokrasi adalah oportunisme segelintir dan populisme massa. (Priyo Djatmiko)

Minggu, 10 April 2016

Sebuah Komen di Sebuah Grup


Sebuah komen di sebuah grup.
Dikirim oleh Abdul Gaffar Karim pada 10 April 2016

Selasa, 05 April 2016

Lugas

Ya, kenapa tidak? Jika Anda, warga DKI, menggandrungi kelugasan dan memaklumi sedikit kata-kata tak sopan asalkan tegas dan lurus, orang ini layak dipertimbangkan jadi gubernur Anda. Objektif saja, dia politisi muda yang jagoan. Dan dia tak akan mengundang sentimen rasial -- mungkin. (Abdul Gaffar Karim)

Senin, 04 April 2016

KKN

Persekongkolan antara aparat Kepolisian dengan FPI dalam hampir semua kasus pelarangan, pembubaran paksa bahkan serangan/penggerebekan itu apa duduk perkaranya kalau bukan berbasis KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme - sebuah mantra yang populer setelah Jendral (jagal) Suharto lengser)? Tapi aktivis anti-korupsi hampir tidak pernah mempersoalkannya.

Sabtu, 26 Maret 2016

Eka Kurniawan

Eka Kurniawan "is the next Pramoedya"? Buat saya, belum. Untuk menjadi penulis yang roman-romannya seperti kita kenal, Pram terlibat dalam polemik dan kritik, buku-bukunya dirampas dan dilenyapkan, menggali arsip tanpa lelah, turba ke situs-situs bersejarah. Pram "ist ein Begriff", ujar seorang kritikus. Pram adalah "sebuah konsepsi". Dan untuk itu, ia meramu keterampilan menulis, kecakapan berkata-kata, dan keliaran berimajinasi---hal-hal yang juga dimiliki oleh Eka---dengan jatuh-bangun hidupnya sendiri, yang tragis dan politis.