Minggu, 22 Februari 2015

Naif

Jika Anda kemarin mendukung segitunya, lalu kemudian menghardik sebegitunya, dan setiap hari nada suara Anda berubah secara drastis seturut perubahan arah angin yang memang serba tidak tentu, maka percayalah, itu bukan cermin dari sikap kritis dalam demokrasi. Itu adalah tanda bahwa problematisasi Anda atas banyak persoalan sangat dangkal, deterministik, dan terburu-buru. Dan itu cermin dari kenaifan.

Ya, pada posisi itu, sikap kritis, telat kritis, naif, dan telat mikir memang jadi sukar sekali dibedakan. Apalagi jika sudah dibumbui dengan otorisasi gelar akademis atau uban di kepala.

(Tarli Nugroho)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar