Sabtu, 12 September 2015

Merdeka Jonru

Berita di merdeka.com berjudul “Crane timpa ratusan jamaah di Makkah, saat Jokowi mendarat di Jeddah” berisi dua fakta. Pertama, crane yang patah di Masjidil Haram lalu menimpa para jemaah. Kedua, kedatangan Jokowi bersama rombongan di Jeddah dan disambut oleh keluarga kerajaan.

Dua fakta itu terpisah jarak dan waktu kejadiannya. Berdasarkan mayoritas pemberitaan media di Indonesia, musibah crane di Mekkah disebut terjadi Jumat sore kemarin, pukul 17.30 atau selepas waktu ashar. Sementara kedatangan Jokowi di Jeddah terjadi pukul 17.31 [ini hanya menurut merdeka.com]. Jeddah dan Mekkah tidak ada perbedaan waktu. Artinya musibah crane terjadi semenit sebelum pesawat Jokowi mendarat di Bandara King Abdul Azis.

Tapi rupanya, wartawan merdeka.com secara subtil menghubungkan dua peristiwa itu dengan menulis judul “Crane timpa ratusan jamaah di Makkah, saat Jokowi mendarat di Jeddah.” Seolah dua fakta itu merupakan sebab-akibat, sehingga memberi pesan kepada pembaca: crane di Mekkah patah dan jatuh karena Jokowi datang ke Arab Saudi, atau kedatangan Jokowi adalah penyebab patahnya crane. Judul yang tendensius. Tidak salah lagi.

Wartawan merdeka.com mungkin akan berdalil: mereka menulis fakta dan tidak bermaksud untuk menghubungkan dua peristiwa itu. Mungkin pula wartawannya akan menyalahkan pembaca yang menafsirkan judul berita yang mereka tulis. Tapi orang yang belajar bahasa, hermeneutika itu, pastilah mengerti judul berita yang ditulis wartawan merdeka.com punya tujuan dan maksud tertentu.

Minimal untuk menarik orang [yang tidak suka dan membenci sepak terjang Jokowi] untuk membaca dan mempercayai hubungan “sebab-akibat” yang dicoba dibangun oleh judul berita yang mereka buat, dan hal itu terbukti. Salah satunya adalah Jonru, orang yang sejauh ini dipercaya dan dianggap paling depan menghajar hampir semua sepak terjang Jokowi.

Dia termasuk yang pertama membagi berita merdeka.com itu. Di fanpage-nya, berita merdeka.com yang dibagikan oleh Jonru, kemudian dibagikan kembali oleh ribuan penggemar fanatiknya.

Maka jadilah judul berita merdeka.com itu tersebar dan membodohi banyak orang yang percaya memang ada hubungan “sebab-akibat” antara kedatangan Jokowi di Arab Saudi dengan musibah crane di Mekkah. Merdeka.com menuai ribuan klik terutama dari para jemaah Jonru, dan klik itu tentu saja penting bagi merdeka.com untuk menunjukkan kepada pemodal dan pengiklan: situs mereka punya rating tinggi dan disukai pembaca.

Kalau sudah begitu, siapa sebetulnya yang sialan? Atau Jonru dan wartawan merdeka.com yang menulis judul berita itu sama saja: sama-sama sialan?

(Rusdi Mathari)

1 komentar:

  1. gobloknya orang Indonesia, tidak ada yang mempermasalahkan human error dalam pembuatan crane yang roboh.. "ini kuasAllah!!" justru Tuhan telah memberi akal pada manusia mesthinya crane dibuat kokoh tahan badai dan angin dan hujan mengingat tingginya 196 meter. Tidak heran segala sesuatu yang salah secara manusiawi di Arab selalu dimaafkan orang Indonesia.. negerinya nabi ..semua benar termasuk pembunuhan TKW, pemerkosaan TKW.. penganiayaanTKW... semuanya bnaaaar...

    BalasHapus