Jumat, 23 Oktober 2015

Israel-Jerman-Indonesia

Tiga hari yang lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membelokkan sejarah. Ia mengalihkan kesalahan Hitler dan bangsa Jerman atas pembantaian bangsa Yahudi, dan memfitnah Mufti Agung Palestina Mohammad Amin al-Husseini sebagai dalang di balik pembantaian itu.

Bukannya diam dan tersenyum karena merasa diuntungkan dan namanya dibersihkan, pimpinan negara Jerman, Angela Merkel, dengan santai menegaskan: yang bersalah itu Jerman, bangsanya sendiri. Ia juga menegaskan dalam buku-buku pelajaran sekolah di Jerman, semua anak diajar mengerti bangsanya pernah melakukan kejahatan besar dalam sejarah kemanusiaan.

Bayangkan, bila ada tokoh di Australia bertingkah seperti Benjamin Netanyahu mengkambing-hitamkan pihak lain di balik pembantaian bangsa Indonesia tahun 1965-1966, atau penjajahan Timor Leste, atau penjarah kekayaan alam dan kekerasan di Papua, atau 20 tahun bencana kabut asap di Asia Tenggara. Bagaimana reaksi para jenderal dan pejabat tinggi negara di Indonesia? Apakah mereka akan berlomba menyatakan: “Ooo bukan. Yang salah itu memang kami”?

(Ariel Heryanto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar