Minggu, 22 November 2015

Serbasalah

Serbasalah. Tepatnya begitu. Punya anak kecil berarti menguji kreativitas. Kalau tidak mau makan, membuat segala cara agar dia mau makan. Saya kira kreativitas itu tidak kalah dengan membuat cerpen atau puisi.

Sore ini Kali kedatangan saudara-saudaranya. Dia girang bukan kepalang. Ketika saudara-saudaranya pulang, Kali menangis. Dia ngambek tak mau masuk rumah. Maka saya upayakan agar dia berhenti menangis. Lalu saya ajak dia keliling kompleks perumahan sambil naik sepeda. Perlahan, Kali tertawa.


Persoalan baru mulai muncul. Kali tidak mau berhenti berkeliling naik sepeda. Padahal senja mulai habis, dan gerimis mulai turun.

Walhasil dia kembali ngambek tak mau masuk rumah. Memilih duduk setempoh di jalan.

Piye, jal?

(Puthut E.A.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar