Minggu, 01 November 2015

Video

Video adalah salah satu fitur masa depan dunia digital. Begitu setidaknya setiap kali saya bertemu dengan para pebisnis start up. Saya sepakat.

Karena itu, saya menikmati pertarungan fesbuk dan twiter dalam rangka memenangi laga siapa yang bakal mampu memberi platform video terunggul. Saya juga menikmati persaingan apple dan samsung, untuk membuktikan siapa yang terbaik dalam memberi kehebatan lensa rekam, yang itu artinya, menjadi bagian tak terpisahkan dalam jagat video digital.

Karena itu pula, saya mencoba menyisihkan waktu dalam sehari untuk selalu berselancar di youtube. Tidak lama lagi, para bintang youtube akan mengkanvaskan para presenter teve. Tidak lama lagi pula, kita tidak perlu cerewet mencari siapa yang salah apakah penonton sinetron, produsen sinetron, atau pemilik televisi. Saling menyalahkan adalah masa lalu. Masa ketika platform video di dunia digital masih sering berupa tanda lingkaran putar yang macet.

Ada banyak bintang youtube Indonesia yang saya sukai. Salah satunya adalah pereview channel youtube dengan akun: motomobi. Orangnya sedikit angkuh tapi kocak. Kalau menilai otoritatif. Dengan helm dan topeng, dia tampil beda. Dan yang paling saya sukai adalah ketika dia selalu bilang di akhir review-nya: Ini adalah opini pribadi, saya tidak dibayar dan tidak terafiliasi dengan produk ini. Pernyataan yang cakep.

Ada akun lain yang saya suka: autonetmagz. Tapi hanya yang pereviewnya bernama Ridwan. Orangnya masih muda, gak ganteng amat, sedikit celelekan, tapi kapasitasnya mereview cukup mumpuni. Ganteng dan cantik tak akan terlalu berguna di youtube jika dia tak menguasai apa yang diulasnya.

Kalau nanti Mojok bikin Mojok TV, orang-orang seperti merekalah yang kelak akan mengisi acaranya. Sementara model presenter-presenter teve umumnya, sepertinya akan segera pergi ke laut. Berenang, maksud saya.

Kalau Anda suka motomobi dan suka Ridwan dari autonetmagz, berarti ada sedikit kemiripan di antara kita.

Selamat malam...

(Puthut E.A.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar