Minggu, 01 Februari 2015

Posisi NU terhadap Borjuasi Nasional

Hal yang menuntut refleksi warga Nahdliyyin di milad NU ke-89 ini adalah mengenai posisi NU terhadap borjuasi nasional. Kader-kader NU menjadi penyangga bagi rezim yang berkuasa saat ini, dan ditempatkan di pos-pos yang berhubungan langsung dengan eksekusi kebijakan-kebijakan rezim. Sementara sumber dan perputaran modal di antara pos-pos ekonomi yang penting, tetap dipegang oleh oligarkh dan luput dari jangkauan kader-kader NU.

Sabtu, 31 Januari 2015

Big Brother

Gubernur Jakarta Basuki Purnama mengatakan akan menempatkan ratusan kamera CCTV di berbagai pojok kota. Juga mengundang penembak jitu (sniper) untuk menembak langsung tersangka kejahatan. Jadi ingat novel "1984" karya George Orwell. (Farid Gaban)

Sederhana

Kemampuan menikmati hal-hal sederhana di sekitar kita adalah kekayaan yang sesungguhnya. [ANONIM]

Selbstlösigkeit

Pada 2 Februari pekan depan, Profesor Sri-Edi Swasono akan memberikan 'rede', atau pidato ilmiah, dalam Dies Natalis ke-65 Universitas Indonesia. Sudah beberapa tahun Dies UI tidak pernah disertai 'rede', demikian cerita Pak Edi ketika kami berbincang beberapa malam silam. Dan ia merasa mendapat kehormatan ketika diminta Rektor UI untuk memberikan pidato tahun ini.

Jadilah Orang Lemah

Jadilah orang yang lemah. Jika Anda melakukan kesalahan, maka orang akan membela bahwa kesalahan itu adalah akibat pengaruh jahat orang lain di sekitar Anda. Tapi, jika Anda melakukan sedikit saja kebaikan, nilainya akan langsung menjadi berlipat-lipat, dimana tiba-tiba pengaruh orang lain jadi tidak ada harganya. Ya. Sungguh beruntung jadi orang yang lemah. Karena, demi membela orang yang lemah, banyak orang jadi rela melemahkan akal sehatnya sendiri. ‪#‎bukanstatuspolitik‬ (Tarli Nugroho)

Jumat, 30 Januari 2015

Boleh Asal Bayar

Gubernur Jakarta Basuki Purnama akan membolehkan mobil pribadi masuk jalur busway, dengan membayar. Seperti juga "electronic road-pricing" (ERP), cara ini prinsipnya sama dengan memperluas jalan tol. Tak hanya memperuncing segregasi sosial yg mempersempit peluang solidaritas membangun sistem transportasi publik, cara ini akan gagal mengatasi problem transportasi Jakarta. (Farid Gaban)

Permainan Politik

Tidak ada musuh atau teman abadi dalam permainan politik. Itu sebabnya, tak perlu terlalu serius memperdebatkan aktor-aktor dan perilakunya. Seriuslah menilai politik dari public policy yg dibuat para politisi, siapapun aktornya: kebijakan ekonomi, energi, pangan, kesehatan, transportasi. (Farid Gaban)

Kamis, 29 Januari 2015

Pilihan

Bukan kemampuan, kekuatan dan kekayaan, yang menunjukkan siapa kita sebenarnya. Tapi, apa yang kita pilih ketika harus memilih. / "It is not our abilities that show what we truly are. It's our choices". [Albus Dumbledore; Harry Potter]

Independen

Menu sarapan pagi ini. Bagaimana Anda mengaku independen, jika tak bisa independen dari tim independen?! (Tarli Nugroho)

Rabu, 28 Januari 2015

KPK Impianku

Dia lembaga hukum anti-korupsi yg berwibawa dan ditakuti. Melalui konsensus nasional, dia diberi wewenang dan kekuasaan luar biasa; tapi dibatasi waktunya (10 tahun, misalnya). Fokus utamanya "membersihkan sapu korupsi": mengincar jenderal-jenderal polisi, jaksa, dan hakim yg korup. Tujuan besarnya: mengembalikan kewibawaan hukum polisi dan jaksa; bukan bersaing dg mereka. Apakah sudah terlambat utk mimpi seperti itu? (Farid Gaban)