Senin, 15 Juni 2015

Akal dan Iman

Seseorang yang mengenal Tuhannya dan mengakui bahwa dia bertuhan kepada Ia satu-satunya yang layak disembah, akan mencerna dengan akalnya perbedaan antara yang manfaat dan yang mudarat, antara baik dan buruk, antara benar dan salah, antara apa yang harus dilakukan untuk keselamatannya dan apa yang perlu dihindarinya.

Jumat, 12 Juni 2015

Upacara Pernikahan

UPACARA pernikahan di Indonesia merepresentasikan posisi kelas (lapisan) sosial dan kekayaan keluarga orangtua kedua mempelai pada momen itu. Pengecualian bisa dihitung dengan jari. Ukurannya jelas berapa biaya yang dikeluarkan.

Jumat, 05 Juni 2015

Matamu

Matamu adalah hutan hutan nenek moyang yang ditebang jadi perkebunan sawit dan pabrik pupuk kertas

Jumat, 29 Mei 2015

Islam dan Kapitalisme Menurut Prof. Dr. Ahmad Shalaby

"Perbedaan Islam dengan kapitalisme djelas. Dengan memperhatikan keterangan2 jang berlalu didapatlah gambaran jang djelas tentang usaha jang didjalankan oleh Islam, dan tjara2 jang diandjurkannja untuk penentang kapitalisme jang ganas itu. Tindakan2 sebagai mengumpul harta kekajaan dan menahannja dari peredaran, menjuap, menimbun barang2 keperluan hidup, mengerdjakan riba, hidup rojal dan boros, egoisme, mempergunakan faktor kemiskinan atau kebodohan si miskin untuk kesenangan dan kebahagiaan si kaja, penindasan terhadap si miskin, sama sekali itu adalah anasir2 dan pokok2 kapitalisme jang paling njata, jang amat ditentang oleh Islam.

Sepasang Sepatu dari Tuhan

Sepatu ini saya beli pada akhir 2011. Saya nggak yakin jenis kelaminnya apa, fungsi alias peruntukannya yang sesuai khittah untuk apa. Yang jelas saya merasa sepatu ini "gue banget", sehingga saya memakainya kapan saja dan di mana saja. Mulai aktivitas sehari-hari semacam nongkrong sama teman, ngurusi pekerjaan (ketemu penulis dan desainer, ke percetakan, juga ke distributor), jalan-jalan ke pantai sama anak-bojo, hingga ke kondangan dan acara-acara formal, saya pakai sepatu ajaib ini.

Selasa, 12 Mei 2015

Rezim KTP

Kini proyek e-KTP 6 Trilyun itu akhirnya gagal total, bahkan berindikasi korupsi. Kasus ini terang benderang menunjukkan bahwa korupsi bukanlah problem moral hazard perorangan, melainkan tertanam dalam-dalam dalam kedunguan di kepala, melestarikan fasisme Jepang.... (Harry Wibowo)

Rabu, 08 April 2015

Tuntutan Menurunkan Jokowi

Tuntutan menurunkan Jokowi yang santer hari-hari ini merupakan manuver berbahaya, karena bila tuntutan itu berhasil, akan memberi jalan bagi oligarki, kekuatan-kekuatan besar di sekelilingnya itu, untuk lebih kuat mengkonsolidasikan diri. Kita belum tahu agenda apa yang sedang mereka persiapkan. Lebih tepat jika tuntutan itu diarahkan menjadi tuntutan antioligarki dengan sasaran tiga kekuatan besar Megawati, Surya Paloh, dan Jusuf Kalla, dan tuntutan untuk "reshuffle" kabinet dan membatalkan berbagai kebijakan yang tidak pro-rakyat, serta membatalkan "masterplan" pembangunan neoliberal warisan rezim sebelumnya (MP3EI). Dengan cara itu mungkin kita bisa pelan-pelan terbebas dari pikiran bahwa semua persoalan akan selesai dengan pergantian pemimpin. (Muhammad Al-Fayyadl)

Senin, 06 April 2015

Mr. Amir Sjarifuddin

Entah mengapa, di hari saat umat Kristiani merayakan kebangkitan Jesus Kristus (Isa Almasih) ini, tiba-tiba saya terkenang Mr. Amir Sjarifuddin, salah seorang bapak pendiri Republik ini yang dieksekusi sumir oleh tentara, dini hari 19 Desember 1948 di desa Ngaliyan dekat Yogyakarta…

Selasa, 31 Maret 2015

Membungkam Kebebasan Berpendapat

Sekali saja pemerintah membungkam kebebasan berpendapat tanpa melalui proses peradilan dan putusan pengadilan, selangkah lagi pintu otoritarianisme menganga lebar! (Harry Wibowo)

Sabtu, 28 Maret 2015

Apakah Makian Adalah Hal Substansial?

Makian Saut Situmorang muncul karena Fatin Hamama, sebagai orang dekat Denny JA, melakukan kerja-kerja manipulatif untuk membangun relasi-kuasa Denny JA dalam 'genre puisi esei' yang diklaimnya 'memperbarui' tradisi sastra Indonesia, misalnya orang-orang dirayu dan diiming-imingi dibayar asalkan mau meresensi buku "33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh" yang diproduseri oleh Deny JA dan kawan-kawannya. Dalam konteks inilah makian muncul, selain fakta bahwa FH terus-menerus membela upaya manipulatif Denny di forum-forum diskusi yang membahas 'puisi esei' ataupun buku "33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh".