Jumat, 20 Maret 2015

Pejuang dari Rembang

Ibu-ibu para pejuang dari Rembang itu telah pulang ke Rembang. Jauh-jauh mereka dari Rembang ke Yogyakarta, untuk memberi pelajaran kepada orang-orang kampus dan sekolahan tentang “aksiologi”: bahwa ilmu itu, Le, bukan untuk ilmu, bukan untuk korporasi, tapi untuk berpihak kepada penderitaan rakyat. Ilmu itu untuk mengemansipasikan. Mungkin orang-orang Yogya yang pandai-pandai dan sarjana-sarjana itu telah lupa dengan pelajaran aksiologi dasar ini, sampai-sampai butuh ibu-ibu yang tak sekolah itu untuk mengingatkan. Mereka datang untuk mengingatkan agar para “homo academicus” itu tak sembarang menggunakan legitimasi ilmiahnya di dunia yang tak bebas-nilai ini. Para dosen filsafat ilmu mesti malu dan berguru kembali kepada para perempuan luar biasa itu. (Muhammad Al-Fayyadl)

Senin, 16 Maret 2015

Tentang “Teologi Negatif Ibn ‘Arabi”: Sebuah Percakapan

Medio 2013, Achmad Fawaid (AF), seorang peneliti sastra dan pembaca filsafat di Yogyakarta, terlibat percakapan tertulis dengan penulis (MAF) mengenai buku “Teologi Negatif Ibn ‘Arabi: Kritik Metafisika Ketuhanan” (LKiS, 2012). Percakapan panjang itu mendiskusikan dan memperdalam beberapa pembacaan atas buku tersebut, yang dirasakan belum disinggung atau belum tuntas dibahas dalam berbagai resensi atau diskusi buku itu. Belum semua pertanyaan yang lahir dari percakapan itu terjawab, sebagian dibiarkan terbuka dan masing-masing seperti harus berhadapan dengan kebuntuan (aporia)-nya sendiri. Karena sebuah buku yang telah jadi, kata Maurice Blanchot, adalah hampir selalu merupakan sebuah “buku yang akan datang” (“le livre à venir”), demikian pula sebuah percakapan hampir selalu merupakan sebuah percakapan yang tak selesai-selesai (“entretien infini”). Percakapan berikut adalah petikannya.

Selasa, 10 Maret 2015

Jalan-jalan Besar Jogja

Melintasi jalan-jalan besar Jogja, melihat rangka pembangunan mall-mall raksasa baru (dan hotel-hotel), terbayang dalam benak, bagaimana wajah kota ini 20-30 tahun ke depan? Jogja tampaknya tak lagi "alon-alon asal kelakon".

Senin, 09 Maret 2015

Ilmuwan Menjadi Politisi

"Orang tidak harus menyatakan diri berhenti menjadi ilmuwan pada saat ia menjadi politisi. Juga sebaliknya."—Mubyarto, 1992 *Majalah EDITOR No. 11/VI, 5 Desember 1992* #mentjaridjedjak

Mediasi

Sudah lama media kita terlalu asyik dengan "mouth-cracking journalism" dan menjauhi fungsi "mediasi" semacam ini.

Minggu, 08 Maret 2015

Data

Data tentang jumlah korban meninggal per hari akibat kecanduan narkoba yang dikemukakan BNN perlu dipersoalkan relevansinya ketika digunakan sebagai dasar mengambil keputusan oleh Presiden Jokowi untuk menolak permohonan grasi dari para terpidana mati kejahatan narkoba....

Sabtu, 07 Maret 2015

Rini Soewandi

Mbak Rini, 31 tahun, di Majalah EDITOR No. 3/IV, 29 September 1990. (Tarli Nugroho)

Banyak Mulut

Gubernur Chelsea, bekas Bupati Porto.
(Simak diskusinya di status Facebook Tarli Nugroho)

Kredo Para Juru Selamat

#‎saveKPK‬ yg pertama, lalu ‪#‎savePolri‬, sempat muncul ‪#‎saveIndonesia‬, menyusul ‪#‎saveAhok‬, dan olok-olok ‪#‎saveHajiLulung‬.... Warga dunia maya republik ini memang rajin menabung masalah, untuk menyelamatkan dunia nyata... (Harry Wibowo)

Kamis, 05 Maret 2015

Legasi Begawan Ekonomi Indonesia

Baru dua minggu yang lalu Pak Dawam bercerita mengenai makalah yang sedang ditulisnya. Dan kini tulisan itu sudah jadi sebuah buku kecil yang menarik. Di situ kadang saya merasa iri. (Tarli Nugroho)