Minggu, 20 September 2015

Penolak Cuci Darah

Rabi Ayu (65) sedang memeragakan pembuatan ramuan herbal organik untuk kanker dan kista, gangguan ginjal, batuk, maag, dan --apa yang ia sebut sebagai-- "nutrisi otak".


Lima jenis obat ia racik dari 14 jenis tanaman yang tumbuh di pekarangan rumahnya, di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Keempat belas tanaman itu adalah akar alang-alang, akar kucing, kumis kucing, keci beling, meniran, sambung nyawa, songgo langit, tapak dara, temu lawak, kunyit putih, bawang dayak, daun sirsak, pegagan, dan daun dewa.

Sebagian di antaranya tumbuh liar di parit-parit atau tepi jalan depan rumahnya.

"Awalnya saya mencari tahu dari orang-orang tua yang sering mengembangkan pengobatan tradisional. Belakangan, saya cari juga di internet dibantu anak-anak," paparnya.

Tahun 2011, seorang tetangga bernama Hajariah Safar (66) divonis gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah (hemodialisa). Namun Rabi Ayu menyarankan lain:

"Kalau sama-sama menunggu maut, lebih baik menunggu di rumah. Biar saya rawat dengan ramuan herbal," ujarnya.

Safar menurut dan mulai mengonsumsi ramuan buatan Rabi Ayu, setiap hari. Ia bertahan hingga hari ini, di usia 70 tahun.

"Sekarang sudah tidak sakit pinggang atau bengkak kaki lagi," kata Safar siang itu.

"Kalau sudah kadung cuci darah, tidak bisa. Tapi kalau belum, insya Allah," Rabi Ayu menimpali.

Untuk para tetangganya, Rabi yang pensiunan PNS ini menggratiskan ramuan-ramuannya. "Umur saya sudah menunggu giliran. Apa lagi yang bisa saya lakukan bila tidak seperti ini. Apalagi untuk mereka yang tidak sanggup membeli obat dokter."

Meski demikian, ia tetap menyarankan bagi yang mampu, untuk tetap mendengar dan mengonsumsi obat dokter.

"Mereka sekolah kan juga ada ilmunya. Obat-obatannya pun juga lewat penelitian. Jadi harus sama-sama. Cuma, obat herbal ini khasiatnya jangka panjang dan harus tekun. Tidak bisa tiga hari terus merasa tidak ada khasiat, lalu berhenti."

Dalam mengembangkan ramuannya, Rabi juga didampingi seorang dokter kenalannya.

Yang dilakukan Rabi Ayu di Gorontalo juga kami temui di Mataram (NTB) oleh Baiq Sumiati

(Dandhy Dwi Laksono)

1 komentar: