Kamis, 22 Oktober 2015

Haters

Semalam saya diajak makan malam oleh seorang sahabat saya. Sembari makan, dia tak habis pikir kenapa saya bisa begitu dingin menghadapi para haters Mojok.

Saya bilang kepadanya, pertama, saya tidak bisa membahagiakan semua orang. Nabi pun tidak bisa. Gandhi pun tidak bisa. Apalagi Betharia Sonata. Apalagi saya.

Kedua, saya adalah haters Mancherster United. Dan saya sadar, saya telah ikut membesarkan klub bedebah itu, lebih dari rerata fans mereka.

Untuk membesarkan sebuah brand, Anda memang butuh lovers. Tapi Anda lebih butuh haters. Para haters lebih kreatif, mereka menimbulkan rasa penasaran bagi orang lain, dan karena itu mereka Anda butuhkan. Selain pelitur, Anda membutuhkan amplas untuk furnitur Anda. Itulah fungsi haters.

(Puthut E.A.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar