Kamis, 03 Desember 2015

Arief Budiman Muda

Karya tulis akademis Arief Budiman yang paling bagus adalah artikel-artikel di koran Indonesia yang ditulisnya ketika ia menjadi mahasiswa S3 di Amerika Serikat (AS). Juga pada tahun-tahun pertama setelah ia menyelesaikan studinya. Contohnya “Teori and Ahli-ahli Ilmu Sosial Kita” yang dimuat Kompas, 17 April 1976, halaman 4. Ini sebagian dari klipingan koran yang saya kerjakan ketika menjadi mahasiswa S1.


Berkuliah di AS membuka peluang bagi Arief untuk berkenalan dengan teori-teori Marxisme yang dilarang di tanahair sendiri. Sedang di kampus AS, pendekatan itu sedang naik daun dalam disiplin politik-ekonomi. Sejak itu corak pemikirannya berubah besar-besaran. Sejak itu pula ia membagikan ilmunya dari bangku kuliah di AS ke koran di Indonesia. Ia melancarkan kritik terhadap ilmu-ilmu sosial yang dominan di Indonesia, dan yang ikut mendewasakan dirinya sendiri dan rekan-rekan segenerasinya sebelum ia ke AS.

Pada dekade 1970-1980an berbagai perdebatan akademik yang paling seru dan menarik berlangsung tidak di jurnal akademik, tidak di ruang seminar atau konperensi resmi yang dikontrol ketat oleh rezim militer, tidak dalam ruang kuliah, tetapi di ruang kolom opini media massa. Internet belum dikenal.

Mulai pertengahan 1980an (setelah tentara menyerbu kampus-kampus tahun 1978 membubarkan Dewan Mahasiswa) diskusi paling seru oleh mahasiswa dan anak-anak muda berlangsung tersebar di luar kampus dan “bawah-tanah”. Karya-karya tulis paling panas beredar dalam bentuk fotokopian.

(Ariel Heryanto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar