Kamis, 03 Desember 2015

Logika

Inilah logika yang dominan dalam banyak masyarakat, termasuk Indonesia: seorang bajingan tidak bisa disalahkan, bila ia termasuk kelompok yang berkuasa dalam masyarakat (dalam contoh ini pria heteroseksual dan menikah). Pihak korbannya selalu yang disalahkan dan dianggap harus bertanggung-jawab memperbaiki keadaan.

Dalam berbagai kasus lain, kelompok dominan itu bisa berwujud kaum ningrat, kaum berharta, elit politik, kelompok mayoritas (etnis, agama, bahasa budaya dll), kaum berwarna kulit-pucat, dan seterusnya. Korbannya ya yang sebaliknya: jelata, minoritas, kulit warna-gelap dsb.

(Ariel Heryanto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar